Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Alokasi Pupuk Di Madiun Hanya Cukup 2 Kali Tanam



    MADIUN (KR) - Para petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menggunakan tetes tebu sebagai pengganti pupuk ZA akibat jatah pupuk dari pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
    "Saat seperti ini waktunya petani banyak membutuhkan pupuk, tapi pupuknya tidak ada. Jatah pupuk hanya 15 kilogram, kami cari ZA dan SP36 ke luar daerah tidak dapat, makanya terpaksa pakai tetes tebu untuk pupuk," ujar petani wilayah Jiwan, Kusrin kepada wartawan, Minggu (12/4/2015).
    Tetes tersebut diperoleh dari limbah pembuatan gula yang selama ini banyak tersedia di sekitar pabrik gula yang ada. Meski demikian, ia berharap bisa memakai pupuk yang semestinya agar pertumbuhan tanaman padinya maksimal.
    Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Madiun, M Nadjib, mengatakan jika sejumlah petani di wilayahnya kekurangan pupuk bersubsidi.
    Menurut dia, alokasi pupuk subsidi yang diberikan pada petani Kabupaten Madiun saat ini hanya cukup untuk dua kali masa tanam saja.
    "Petani kami ada sekitar 400.000 orang, kalau pupuk hanya cukup untuk 300.000 orang, tentu yang 100.000 petani lainnya, protes," kata Najib.
    Untuk mengatasi kekurangan pupuk tersebut, pihaknya akan meminta tambahan jatah pupuk ke Pemprov Jatim. Adapun kekurangan pupuk mencapai hingga 45.072 ton dari total kebutuhan 110.610 ton.
    Kendati demikian, pihaknya menegaskan, memasuki musim tanam kali ini, stok pupuk masih aman. Sebab, dari stok yang ada, baru terdistribusikan 30 persen.
    "Satu musim tanam kita salurkan tiga kali, yaitu, saat pemupukan dasar, pemupukan susulan pertama usia 2-3 minggu, dan susulan kedua usia 4-5 minggu. Yang pemupukan dasar sudah kita salurkan semua," katanya.(*)

    Sumber :  http://surabaya.bisnis.com/read/20150412/10/79692/alokasi-pupuk-di-madiun-hanya-cukup-2-kali-tanam

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728