lifestyle,

BPBD : 6.000 rumah warga Madiun terendam banjir

Maret 26, 2015 madiunkita 0 Comments




MADIUN (KR) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat ada sekitar 6.000 rumah warga di wilayahnya terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi mulai dari setengah hingga satu meter akibat hujan deras yang mengguyur lebih dari empat jam di wilayah setempat pada Selasa (24/3) malam hingga Rabu dini hari. Wilayah tersebut meliputi empat kelurahan di Kecamatan Kartoharjo. Yakni, Kelurahan Rejomulyo, Pilangbango, Kelun, dan Tawangrejo.
"Ada sekitar 6.000 rumah yang terkena banjir. Hingga sekarang kami masih melakukan pendataan. Ada juga sejumlah sekolah yang terdampak dan hari ini kami liburkan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Agus Subiyanto, kepada wartawan, Rabu.
Ia menjelaskan, untuk bantuan, sejauh ini BPBD baru memberikan makanan nasi bungkus kepada para korban banjir. Jika ketinggian air terus bertambah, pihaknya sudah siaga dengan perahu karet dan bantuan lainnya.

"Kita bagikan nasi bungkus agar warga bisa langsung makan. Karena kalau bantuan bahan makan justru lamban karena belum tentu korban banjir punya waktu untuk memasak saat kondisi seperti ini," katanya.

Sementara, warga di empat kelurahan tersebut masih bertahan di rumah mereka masing-masing. Warga berdalih, banjir sudah langganan terjadi setiap hujan deras melanda semalaman.
Warga memilih menjaga perlatan rumah tangganya dengan menaikkan di tempat yang lebih tinggi. Warga juga memilih membersihkan rumahnya dari sampah yang terbawa arus banjir.

Data BPBD Kota Madiun mencatat, terdapat empat kelurahan di wilayah setempat yang rawan banjir saat musim hujan. Yakni, Kelurahan Rejomulyo, Pilangbango, Kelun, dan Tawangrejo. Keempat wilayah tersebut terdapat di aliran anak sungai Bengawan Madiun yang kerap meluap saat hujan deras melanda.
Sumber : antaranews.com

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.