Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Pemkab Madiun Kembangkan Industri Kecil Gerabah Tanah





    MADIUN (KR) - Guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi gerabah,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, mengembangkan industri kecil gerabah dari tanah yang ada di wilayahnya. Pengembangan dilakukan dengan berbagai cara bantuan modal, pelatihan melalui dinas terkait, dll.

    "Pelatihan yang baru saja diberikan adalah studi banding sejumlah perajin gerabah tanah Kabupaten Madiun ke sentra kerajinan gerabah, di Dusun Kasongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir November lalu," ujar Heri Supramono
     selaku Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Madiun, Rabu (10/12)

    Seperti yang dilansir oleh http://www.antarajatim.com pada 10 Desember 2014, studi banding tersebut bertujuan agar para perajin gerabah tanah asal Kabupaten Madiun mampu meningkatkan produksinya. Bahkan bisa belajar dari sisi produksi dan pemasaran di sentra gerabah Kasongan.

    "Diharapkan, usai studi banding, para perajin gerabah di Kabupaten Madiun mampu bersaing dengan perajin gerabah lainnya termasuk sentra kerajinan gerabah Kasongan," kata dia.

    Sesuai data Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Pariwisata Kabupaten Madiun, jumlah industri kecil gerabah tanah di Kabupaten Madiun mencapai 55 unit. Jumlah tersebut terbanyak berada di Kecamatan Dagangan dan Pilangkenceng.

    Industri tersebut cukup menjanjikan jika digarap dengan serius. Sebab, nilai investasinya mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah.

    Salah satu perajin gerabah asal Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Dian, mengatakan, masih banyak kendala dalam mengembangkan industri kecilnya tersebut.

    "Selain modal, kami juga kesulitan untuk pemasarannya. Selama ini hanya dipasarkan di wilayah lokal dan berdasarkan pesanan," kata Dian.

    Untuk bahan baku, lanjutnya, Kabupaten Madiun sangat berlimpah. Adapun, bahan baku yang digunakan adalah tanah liat. Pihaknya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah sehingga bidang usahanya dapat berkembang.

    Sementara, Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Diperindagkop) Kabupaten Bantul, Kesi Herawati, saat menerima rombongan studi banding perajin dan Pemkab Madiun, menjelaskan, Bantul tidak hanya dikenal dengan kerajinan gerabah.

    "Ada 73 sentra kerajinan tangan di wilayah Bantul, mulai gerabah tanah, kulit, kayu, batik, dan lainnya dengan jumlah perajin yang terserap mencapai 18.424 orang. Hasil kerajinan tersebut selain dijual di pasar nasional juga di pasar internasional atau ekspor," ungkapnya.

    Adapun kendala yang dihadapi, para perajin sering kesulitan bahan baku. Perajin harus mengambil barang setengah jadi dari Jepara dan Kudus Jawa Tengah untuk mebelair dan tanah dari Purwodadi untuk gerabah. Pihaknya berharap, melalui studi banding yang dilakukan, perajin gerabah Kabupaten Madiun mendapatkan ilmu untuk dikembangkan di daerah asal guna menjadi komoditas unggulan di masa depan. (*)

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728