lifestyle,

Pasma Laporkan Dugaan Pungli ke Polisi

Maret 14, 2014 madiunkita 0 Comments

Usai aksi demo yang dilanjutkan dengan pertemuan perwakilan pedagang dengan perwakilan PT KAI Daop VII Madiun, puluhan pedagang asongan Stasiun Madiun (Pasma), mendatangi Mapolres Madiun Kota, Kamis (13/03).


Pedagang asongan bergerombol disamping pos penjagaan
Kedatangan para pedagang ini, untuk melaporkan adanya dugaan pungutan liar (Pungli), yang diduga dilakukan oleh pegawai PT KAI, saat masih diperbolehkan berjualan dulu. Ini setelah beberapa kali pertemuan dengan pihak PT KAI Daop VII Madiun, selalu tak membuahkan hasil.
Bahkan sejumlah bukti yang dimiliki para pedagang yang telah ditarik uang retribusi, hingga beberapa bentuk pungutan, tidak dapat ”menolong” para pedagang ini dari larangan berjualan.
Dalam laporannya, Koordinator Pedagang Asongan Stasiun Madiun, Hadi Suloso, menyampaikan adanya pungutan sebesar Rp 600 ribu pertahun, sampai tahun 2011 lalu. Selain itu retribusi Rp 200 yang ditarik hingga tahun 2003. seragam batik untuk pedagang asongan Rp 200 ribu, dan kartu identitas pedagang (ID Card) sebesar Rp 30 ribu.
“Di kwintansi tertulis Rp 350.000 karena saya bayarnya nyicil. Aslinya setahun Rp 600 ribu," kata Hadi Suloso saat melapor ke petugas Polres Madiun Kota, Kamis (13/03).
Dengan adanya tarikan atau pungutan, hingga seragam dan kartu identitas yang harus dimiliki oleh para pedagang asongan, sehingga para pedagang asongan ini memang diijinkan dan keberadaannya diakui pihak kereta api saat itu.
Namun dengan adanya larangan yang ada saat ini, ”legalitas” yang dimiliki para pedagang itu tidak ada artinya.
Selain soal dugaan pungli, pedagang asongan ini juga melaporkan anggota Polsuska, yang menendang salah seorang pedagang asongan saat aksi demo di depan Kantor Daop VII Madiun.
Sementara, Koordinator LBH Bhirawa, Rozi Pamudji mengatakan, dengan bukti – bukti penarikan yang dibawa para pedagang ini, harus ada tindaklanjut oleh tim penyidik Polres Madiun Kota.
"Kalau mungkin kurang percaya dengan bukti yang dibawa pedagang, bisa saja nanti dipertemukan kedua pihak. Antara yang ditarik dengan yang menarik. Saya yakin para pedagang akan membantu," jelasnya
 
http://www.jurnalmadiun.com/2014/03/pasma-laporkan-dugaan-pungli-ke-polisi.html

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.