Header Ads

ad728
  • Breaking News

    KOMPLEKNYA PERMASALAHAN KEMISKINAN, DIPERLUKAN KETEKUNAN SERTA KERJA KERAS SEMUA PIHAK

    Besarnya tantangan serta kompleknya permasalahan kemiskinan, maka diperlukan adanya ketekunan serta kerja keras dari berbagai pihak untuk mengatasinya, sehingga diharapkan angka kemiskinan atau jumlah rumah tangga miskin di Kab. Madiun dapat turun secara signifikan. Salah satu langkah untuk mewujudkan semua itu adalah diperlukan adanya sigergitas program, kepedulian serta partisipasi aktif dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta. Tumbuhnya kesadaran dan kpedulian multi pihak menjadi kunci semua upaya penanggulangan kemiskinan di Kab. Madiun. dengan harapan kedepan akan adanya wujud dalam kebijakan, anggaran dan program-program yang Pro Poor yang pada gilirannya dapat ikut berperan mencapai target-target MDG”S (Millenium Development Goals)
    Demikian antara lain sambutan Wakil Bupati Madiun saat membuka semiloka “MID-TERM REVIEW” PNPM- MANDIRI PERKOTAAN di ruang rapat Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kab. Madiun, Kamis : 01 Nopember 2012 yang diikuti oleh Kadin PU Bina Marga dan Cipta Karya Kab. Madiun, Kepala SKPD Terkiat, Konsultan Pendampining PNPM Mandiri Perkotaan Prov. Jatim dan Pelaku PNPM-MPerkotaan Kab. Madiun, serta Kepala Desa se Kec. Jiwan.
    Lebihlanjut dikatakan, bahwa program penanggulangan kemiskinan merupakan program nasional, sehingga sasaran penerima program tidak hanya dijadikan obyek namun harus dilibatkan sebagai seubyek pembangunan sehingga punya rasa tanggungjawab dalam pengentasan kemiskinan. Pemerintah telah meluncurkan program PNPM-Mandiri yang pada dasarnya merupakan program payung (Umbrella Policy) yang tujuannya untuk mensinergikan berbagai program pemberdayaan masyarakat, antara lain PNPM Mandiri Pedesaan/Perkotaan/P2KP, PPIP, PUAP, PNPM Kelautan, PNPM Pariwisata dll. Dari Prov. Jatim meluncurkan APP ( Anti Poverty Program) , Jalin Kesra, Jamkesda, PPKM, Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa dll. Sementara itu dari Pekab. Madiun juga telah banyak mengalokasikan anggaran untuk program penanggulangan kemiskinan salah satunya adalah rehap rumah tidak layak huni.
    PNPM Mandiri Perkotaan sampai saat ini telah memasuki fase ke tiga dengan berbagai dinamika dalam pelaksanaannya. Perubahan dan penyempurnaan mendasar telah dilakukan terutama dalam aspek mengedepankan peran pemerintah daerah dan keterlibatan pihak peduli lainnya. Ini merupakan implikasi dari terjadinya perubahan paradigma dan pendekatan program pembanunan agar dapat terselenggara secara optimal berbasis kebutuhan masyarakat dan kebutuhan penanggulangan kemiskinan di daerah. Diharapkan cakupan PNPM-MPerkotaan bisa diperluas lagi kewilayah kec. Madiun dan Kec. Mejayan yang saat ini sudah ditetapkan menjadi ibukata Kab. Madiun.
    Adanya program PNPM-Mandiri Perkotaan ternyata mampu memunculkan kecerdasan kritis masyarakat yang bernaung dalam wadah lembaga keswadayaan masyarakat yang akan memotivasi diri agar tidak tergantung pada bantuan orang lain, tergalinya nilai-nilai universal kemanusiaan, meningkatnya kepedulian pemerintah daerah untuk mendorong kebijakan penganggaran dan penentuan program yang lebih pro poor.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728