Header Ads

ad728
  • Breaking News

    KABUPATEN MADIUN SIAPKAN ANGGARAN 1,5 MILYAR UNTUK SISWA MISKIN

    Kabupaten Madiun mulai saat ini sedang mengambil ancang-ancang menuju Wajib Belajar 12 Tahun. Ini berate, bahwa seluruh anak usia sekolah terus didorong/dimotivasi untuk tidak putus sekolah sebelum menempuh pendidikan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
    Demikian antara lain sambutan Bupati Madiun H. Muhtarom yang akrab disapa Mbah Tarom pada acara NGOPI (Ngobrol Pinter) Bareng Mbah Tarom putaran ke tujuh, Sabtu : 27 Oktober 2012 bertempat di halaman SMA N Pilangkenceng yang dihadiri oleh seluruh  pengurus dan anggota  Musyawarah Kerja Kelapa Sekolah (MKKS) SMA se Kab. Madiun, Guru se kec. Pilangkenceng, Muspika Pilangkenceng dan Masyarakat.
    Lebihlanjut Bupati H. Muhtarom, S.Sos juga menjelaskan, bahwa untuk wajib belajar 12 tahun ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing/kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kab. Madiun. Karena seperti kita ketahui, bahwa kualitas SDM yang rendah dapat mempengaruhi tingkat kerawanan bidang ketertiban, rawan kebodohan, rawan kemiskinan sehingga masyarakat kita menjadi semakin tertinggal. Karena biasanya orang yang pendidikannya kurang juga akan berpengaruh pada daya piker, penalaran dan juga pemahaman akan suatu masalah disekitarnya.
    Untuk menyongsong pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun Pemkab. Madiun telah melaksanakan langkah-langkah mulai dari penambahan sarana prasarana belajar  dan juga menyediakan dana bantuan untuk siswa miskin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab. Madiun. Tidak main-main, anggaran yang disediakan mencapai Rp.1.579.500.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Dana tersebut rencananya akan di bagikan untuk 2.025 siswa miskin (rawan putus sekolah) di Kab. Madiun terdiri 498 siswa SMA, 782 siswa SMK dan 745 siswa MAN. Dan apabila program kegiatan ini berhasil, maka Pemkab. Madiun akan menambah anggaran pendidikan dengan mengajukan dana tambahan kepada Pemerintah Prov. Jawa Timur untuk kelanjutannya.
    Untuk menghindari pemahaman masyarakat bahwa sekolah mahal, maka Bupati Madiun menghimbau kepada komite sekolah yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan , hendaknya mengajukan permohonan kepada Bupati dahulu, kalau sudah mendapatkan SK Bupati baru bisa dilaksanakan.
    Perlu diketahui, bahwa kegiatan NGOPI Bareng Mbah Tarom seperti malam ini sudah 7 kali dilaksanakan yang tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi Pejabat Pemkab. Madiun dengan Jajaran Dinas Pendidikan dan juga masyarakat untuk menyampaikan informasi pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di Kab. Madiun. Disamping itu kegiatan ini juga untuk menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan pertimbangan Bupati Madiun untuk menentukan arah kebijakan pembangunan dan pemerintan. Maka pada kesempatan ini Bupati H. Muhtarom, S.Sos juga membuka session tanya jawab (dialog). Kepada seluruh yang hadir dipersilahan menyampaikan  apa yang menjadi unek-uneknya selama ini untuk dicarikan jalan keluar bersama-sama, seperti saat kegiatan Bhakti Sosial Terpadu, Sambang Desa atau pada saat Jumat-an keliling. Bupati Madiun selalu membuka dialog.
    Karena waktunya terbatas, Bupati Madiun juga menginformaikan, bahwa untuk menyampaikan aspirasi, masyarakat dapat menggunakan wahana Lempung Dumas ( Lembaga Penampung Pengaduan Masyarakat) juga ada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Jadi untuk menyampaikan aspirasinya, masyarakat dipersilahkan untuk memilih sendiri mana yang dianggap tepat. Tidak perlu grudak-gruduk demo dan sebagainya lebih baik duduk bersama untuk mencari jalan keluarnya.
    Terkait dengan pelaksanaan pembangunan, Bupati Madiun menjelaskan, bahwa telah dalam RPJMD telah ditetapkan 6 (enam) Prioritas pembangunan di Kab. Madiun yaitu : Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, Ketanagakerjaan, Kemananan dan Kelestarian Lingkungan Hidup. Penetapan skala prioritas ini ternyata mampu mengasilkan yang terbaik bagi Pemkab. Madiun. Hal ini ditandai dengan diraihnya banyak penghargaan dari pemerintah pusat maupun swasta, sperti : sertifikat ISO 9001 untuk dunia pendidikan, Adiwiyata Pratama, Adiwiyata Mandiri, Penghargaan Ketananan Pangan dari Pemerintah Pusat dan masih banyak lagi yang lainnya.
    Sedangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab. Madiun juga telah menggandeng/menarik investor ke Kab. Madiun, meski pun baru investor kecil, seperti pabrik Triplek di Dolopo, Pabrik Rokok di Nglames, dan juga ada pabrik sepatu di Wonoasri. Ketiga perusahaan ini mampu menyerap tenaga kerja local yang lumayan banyak. Sedangkan untuk investor besar sulit karena letak geografis Kab. Madiun yang jauh dari Bandara maupun pelabuhan.
    Terkait dengan adanya jalan status Kab. Madiun maupun jalan lingkungan yang rusak, Bupati Madiun menjelaskan, bahwa ruas jalan di Kab. Madiun yang menjadi tanggung jawab Pemkab. Madiun ada 208 ruas dengan panjang mencapai 900 Km lebih. Hampir 60 % rusak dan ini disebabkan karena pada tahun kemarin terjadi musim penghujan yang cukup tinggi sehingga membuat tanah dibawah aspal jalan menjadi labil dan ambles. Kondisi itulah yang menyebabkan jalan cepat rusak dan perlu perawatan yang cukup tinggi. Untuk itu Bupati Madiun menyarankan agar masyarakat yang ingin membangun jalan lingkungan hendaknya meniru pola PNPM yaitu dengan rabat beton. Pola ini mudah dilaksanakan dan untuk perawatannya juga gampang dan tidak perlu biaya besar.
    Pada saat dialog berlangsung sedikitnya ada 8 orang menyampaikan usul dan saran kepada Bupati Madiun. kebanyakan diantara mereka mengajukan usulan agar jalan yang rusak segera diperbaiki, penambahan sarana pendidikan (perbaikan ruang kelas, ruang laboraturium, musholla sekolah dll), pemasangan sumur pompa dalam untuk pertanian dan juga permohonan bantuan biaya pendidikan.
    Atas usul dan saran itu Bupati Madiun menyarankan agar masyarakat mengajukan proposal kepada Bupati Madiun sebagai dasar untuk menyusun anggaran. Hal ini penting agar semua berjalan sesuai prosedur yang ada sehingga tidak ada yang menyalahi peraturan dan tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Karena untuk melaksanakan pembangunan, semua anggaran yang dikeluarkan haris ada pada APBD, kalau tidak ada dalam APBD akan menjadi masalah dan membuat kita semua repot.
    Pada kesempatan ini Bupati Madiun juga berkenan menyerahkan bantuan langsung kepada 2 siswa SMP dan 2 orang kurang beruntung.
    Sedangkan untuk memeriahkan acara Ngopi Bareng dihadirkan hiburan Pagelaran Wayang Kulit oleh Dalang Ki. H. Zakirun dengan cerita “Tumuruning Wahyu Cokroningrat”.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728