Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Rahardi: Mobil Harus Berkualitas

    MADIUN – Mobil nasional (mobnas) tidak boleh hanya jadi slogan atau sekadar tren sementara. Tapi, harus ditindaklanjuti dengan dukungan pemerintah serta masyarakat untuk produksi dan memakai sebagai bentuk nasionalisme. Hal itu disampaikan Rahardi Ramelan, mantan Menristek di era Orde Baru, usai mengunjungi PT Inka, kemarin (10/1).
    Rahardi yang juga mantan Memperindag menjelaskan, peluang siswa SMK di masa mendatang sangat tinggi dalam memroduksi mobnas. Karena menurutnya, banyak SDM yang mampu merakit serta membuat komponen mobil seperti chasis dan bodi. ‘’Sayangnya mereka belum mampu membuat mesinnya. Itu yang harus ditindaklanjuti pemerintah,’’ katanya di Stasiun KA Madiun sebelum bertolak ke Jakarta.
    Pria yang juga salah satu pencetus PT Inka itu mengatakan, mesin tidak harus diproduksi SMK. Karena mereka bisa bekerjasama dengan perusahaan otomotif. ‘’Komponen-komponen itu harus dibuat sedemikian rupa, agar tidak mudah rusak. Sehingga bisa jadi produk yang berkualitas,’’ ujarnya.
    Selama ini, kara Rahardi, SDM handal hanya dimanfaatkan perusahaan raksasa memroduksi masal produk mereka. Banyak perusahaan besar yang merakit mobil di Indonesia tapi tetap mengandalkan branded luar negeri seperti Jepang, Korea dan Amerika. ‘’Sebenarnya itu semua bahan dibuat oleh SDM kita, hanya sebagian engine-nya saja yang impor,’’ tegasnya.
    Rahardi mencontohkan produksi mobil Timor yang sempat dituding tidak layak pakai. Menurutnya, itu akal-akalan luar negeri yang tidak ingin Indonesia maju dan memiliki mobnas. Padahal, jika diberi kesempatan untuk berkembang, generasi saat ini bisa dengan mudah memroduksi mobnas. ‘’Tentu harus melibatkan pemerintah dan perusahaan besar jika ingin memenuhi kebutuhan pasar. Tidak hanya hasil anak SMK yang hanya bisa memroduksi 10-20 mobil,’’ ungkap Rahardi.
      Sebelum ke Madiun, dia juga mengunjungi tempat perakitan bodi mobil Kiat Esemka di bengkel Kiat Motor, Klaten, Jawa Tengah. Rahardi mengingatkan jika mobnas terealisasi, ke depan anak bangsa memiliki tantangan besar. Yakni persaingan pasar, sekaligus meyakinkan kualitas produk dalam negeri. Seperti yang diproduksi PT Inka dengan produk GEA. ‘’Kalau Esemka Rajawali itu masih bersaing untuk tren sekarang. Sedangkan PT Inka harus lebih bervariasi,’’ tuturnya.(RDM)

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728