Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Pelaksanaan Progran e KTP Kota Madiun

    MADIUN (KR) Pelaksanaan Program Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) bagi warga Kota Madiun mulai start pada 9 Oktober mendatang. Namun pemerintah Kota Madiun merasa dalam posisi dilematis untuk merampungkan pada 31 Desember 2011. pasalnya, sampai akhir September ini baru datang 7 set dari 14 set alat yang dijanjikan oleh pemerintah pusat. Sehingga hanya 50% penduduk Kota Madiun yang bisa tercover.  Untuk itu, pemerintah Kota Madiun berjanji akan berkerja sebisa mungkin dan meminimalisir permasalah yang muncul. Karena banyak daerah penerima program e-KTP tersebut banyak yang bermasalah, “Program e-KTP disemua daerah di Indonesia memang bermasalah,” tegas Walikota Madiun Bapak H. Bambang Irianto, SH, MM saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan e-KTP di ruang rapat kantor bersama Graha Krida Praja Kota Madiun, Selasa (27/9) lalu.

    Untuk meminimalisir permasalah yang diprediksi akan mengemuka pada pelaksaan program tersebut, Walikota Madiun sudah memerintahkan kepala Dipendukcapil Kota Madiun untuk bekerja maksimal, dan memastikan peralatan maupun SDM, baik itu operator dari PNS dan non PNS yang semuanya sudah terencana dengan baik untuk berkerja maksimal. Untuk itu, Walikota menjamin pemkot akan bekerja masimal. “Semua sudah terencana dengan baik karena pemkot bekerja by plan,” tandas Walikota Madiun Bapak H. Bambang Irianto, SH. MM.

    Kepada warganya, Walikota Madiun Bapak Bambang Irianto, SH, MM berharap agar masyarakat Kota Madiun memaklumi apabila ada pemasalahan dalam program tersebut. Karena hanya 50% dari seluruh penduduk Kota Madiun yang bisa mendapatkan e-KTP tersebut.
                Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil Kota Madiun Bapak Drs. Heri Ilyus dalam laporannya mengatakan, bahwa dalam penerapan program E-KTP tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan antara lain penambahan daya listrik dan pemasangan jaringan di tiga kecamatan yaitu di Kecamatan Kartoharjo di tempatkan di Keluraha Oro-oro Ombo. sedangkan untuk Kecamatan Taman dan Kartoharjo dipasang diaula, selanjutnya sosialisasi di tingkat RW dan RT serta telah melakukan uji coba perekaman.

    Lebih lanjut dijelaskan, dalam uji coba tersebut telah dilakukan perekaman sidik jari, iris mata, pengambilan pas foto dan tanda tangan. Proses perekaman tersebut pada satu e KTP paling cepat memakan waktu lima menit. Sehingga dalam satu jam di dapatkan 12 penduduk bisa tercover. Namun, Pihaknya nya masih khawatir dalam menghapi masalah pembagian penduduk. Pasalnya cuma dari total penduduk Kota Madiun yang wajib ber KTP hanya 50% saja yang bisa mendapat eKTP tersebut. Maka dari itu, pihaknya sudah mencetak udangan untuk 62 ribu KK. “Saya khawatir hal ini jadi permasalahan, dikira kami tebang pilih. Karena pembagian undangan tersebut di bagi dengan sistem” jelas Pak Heri.

    Pada pelaksanaan nanti, Bapak Heri menyarankan agar penduduk yang menerima undangan yang dibagikan oleh Ketua RT masing-masing, agar datang tepat waktu. Karena di undangan tercantum hari, tanggal dan jam untuk dilakukan perekaman. “Bagi yang tidak bisa datang karena berada diluar Kota kami akan tinggal dan mengikuti program tahun depan”. Jelasnya.
    Selanjutnya dijelaskan, perekaman tersebut dilakukan setiap hari mulai dari jam 08.00 WIB hingga jam 23.00 WIB yang dibagi dua shift, yaitu pada shif pertama dengan operator PNS dan yang kedua dilakukan oleh non PNS.

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728