Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Fitrah Penuh Semangat

    Seperti burung yang riang pulang ke sarang, kita rayakan kepulangan ke rahim fitri dengan sukacita. Di ke-sempitan sarangnya, burung ber-nyanyi riang merayakan ke lapa-ngan, lantas tertidur pulas tanpa mimpi ketakutan. Tetapi manusia terkadang lebih malang daripada satwa. Di kela pangan rumahnya, kesempitan hati membuat keriangan terasa sepi yang menikam.
    Gema takbir mengagungkan Sang Khalik mengajak kita keluar dari kesempitan ke kela-pangan jiwa. Dalam kebesaran Tuhan, setiap in-san merupakan wujud ciptaannya yang paling sempurna dengan kondisi awal yang sama-sama suci (fitrah). Keyakinan akan keaslian yang suci mengandaikan setiap orang memiliki cetakan da sar ketuhanan dengan lentera hanifnya yang me-nuntun ke jalan benar.
    Sebagai citra Tuhan, manusia seyogianya memandang hidup secara positif dan optimistis. Bahwa setiap pribadi tidak tercipta secara sia-sia, melainkan orang-orang istimewa dengan misi kepahlawanannya sendiri-sendiri. Pertama-tama kita harus berprasangka baik kepada de-sain penciptaan Tuhan karena Tuhan akan be-reaksi sesuai prasangka itu. Dalam hadis Qudsi disebutkan, "Aku sesuai sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, maka ia bebas berprasangka apa saja kepada-Ku".
    Prasangka baik kepada Tuhan akan me-ngembangkan sikap positif pada hidup dan se-sama. Bahwa pemikiran dan tindakan baik tak akan berbuah keburukan; begitu pun pemikiran dan tindakan buruk tak akan berbuah kebajikan.
    Lebaran menghadirkan optimisme yang le-bar, setelah manusia berhasil melewati ujian se-lama Ramadhan. Penyair Arab mengatakan, "Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah kepahitan, dan betapa banyak kegembiraan da-tang setelah kesusahan. Siapa yang berbaik sangka kepada Pemilik Arasy, dia akan memetik manisnya buah yang dipetik dari pepohonan berduri."
    Prasangka baik akan melahirkan optimisme. Sikap optimistis setiap momen adalah istimewa, dan setiap hari adalah Lebaran. Timbullah hasrat untuk merebut hari ini, memberi makna bagi hi-dup dan berbagai kebahagiaan dengan sesama.
    Seperti kata Thich Nhat Hanh dalam The Miracle of Mindfulness yang dikutip Yudi Latif (Kepala Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Ja-karta), "Waktu terbaik adalah hari ini, orang ter-penting adalah orang terdekat, perbuatan terpen-ting adalah berusaha membahagiakan orang-orang terdekat.”
    Media “Kridha Rakyat” edisi ini masih me-muat berbagai kegiatan ibadah Ramadhan. Selain itu karena lebaran segera akan kita ra-yakan, berbagai ucapan selamat Idul fitri 1432 H pun mewarnai terbitan kali ini. Tentu kami pengelola Media Kridha Rakyat juga me-ngucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin. Dalam kehidupan negeri yang dikepung kabut pesimisme dan apatisme, semoga semangat Idul Fitri membawa kebe-ningan kembali langit harapan! (*)

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728